Belakangan ini, saya menjadi sedikit "cengeng".
Dunia yang tadinya begitu indah, sejuk, aman, menyenangkan, dalam sekejap menjadi riuh rendah, berisik dengan kekerasan, bahkan dalam keheningan pun, kekerasan itu masih terasa.
Bayangkan jika, sebuah lukisan hanya satu warna; bahkan lukisan monokrom, pun minimal 2 warna..
Sebuah lagu semua notnya berada di satu nada... Ketukannya sama....
Membayangkannya saja sudah stress...
* Pancasila rumah kita
rumah untuk kita semua
nilai dasar Indonesia
rumah kita selamanya
** untuk semua puji namaNya
untuk semua cinta sesama
untuk semua warna menyatu
untuk semua bersambung rasa
untuk semua saling membagi
pada semua insan, sama dapat sama rasa
oh Indonesiaku (oh Indonesia)
Ulang *, **
Dunia yang tadinya begitu indah, sejuk, aman, menyenangkan, dalam sekejap menjadi riuh rendah, berisik dengan kekerasan, bahkan dalam keheningan pun, kekerasan itu masih terasa.
Mungkin ini cara saya melarikan diri, nostalgia ke masa lalu. Masa di mana, keberbedaan diterima sebagai bagian berwarna indah dalam satu lukisan dan keindahan dalam lagu yang enak didengar.
Bayangkan jika, sebuah lukisan hanya satu warna; bahkan lukisan monokrom, pun minimal 2 warna..
Sebuah lagu semua notnya berada di satu nada... Ketukannya sama....
Membayangkannya saja sudah stress...
Sang Pencipta kita sangat kreatif, dari satu jenis makhluk bisa dibuat demikian banyak perbedaan, tidak ada yang sama 100%. Bahkan binatang dan pohon pun jika kita perhatikan semuanya berbeda satu sama lain.
Bagi saya, ini menunjukkan bahwa Sang Pencipta sangat menyukai keberagaman. Jika tidak, untuk apa Ia menciptakan suku bangsa begitu banyak, yang menghasilkan kebudayaan yang begitu beragam, jenis makanan yang berbeda di setiap negara sesuai dengan tempat di mana mereka tinggal.
Bagi saya, ini menunjukkan bahwa Sang Pencipta sangat menyukai keberagaman. Jika tidak, untuk apa Ia menciptakan suku bangsa begitu banyak, yang menghasilkan kebudayaan yang begitu beragam, jenis makanan yang berbeda di setiap negara sesuai dengan tempat di mana mereka tinggal.
Saat alam sendiri berbicara tentang indahnya keberagaman, akankah kita manusia sebagai makhluk ciptaan yang tertinggi, yang diberi mandat untuk mengelola alam ciptaanNya, malah menginginkan untuk menghilangkan keberagaman?
Indonesia sungguh merupakan cerminan isi hati Sang Khalik. Negeri yang luar biasa kaya alamnya, sukunya, kebudayaannya, keberagamannya. Bahkan, dasar negaranya sendiripun berbicara tentang hal ini.
Terngiang sebuah lagu lama, sodoran seorang teman, yang diciptakan oleh penyanyi lawas, Franky S, "Pancasila Rumah Kita". Simaklah syairnya :
* Pancasila rumah kita
rumah untuk kita semua
nilai dasar Indonesia
rumah kita selamanya
** untuk semua puji namaNya
untuk semua cinta sesama
untuk semua warna menyatu
untuk semua bersambung rasa
untuk semua saling membagi
pada semua insan, sama dapat sama rasa
oh Indonesiaku (oh Indonesia)
Ulang *, **
sumber :http://liriklagulama.com/franky-sahilatua-pancasila-rumah-kita.htm
https://youtu.be/8cC8X87N5mI
Bersyukurlah untuk semua keberagaman ini.
Jalani kehidupan seringan bulu angsa...
Comments
Post a Comment